Islamic Widget

Showing posts with label inspirations. Show all posts
Showing posts with label inspirations. Show all posts

Thursday, November 11, 2010

Menikah Membuatku Jadi Kaya

Oleh Azimah Rahayu
13 Jun 06 06:59 WIB

Pada hari-hari pertama pernikahan kami, suami bertanya, “Ke mana saja uangmu selama ini?” Pertanyaan itu sungguh menggedor dadaku. Ya, ke mana saja uangku selama ini? Buku tabunganku tak pernah berisi angka belasan hingga puluhan juta. Selalu hanya satu digit. Itu pun biasanya selalu habis lagi untuk kepentingan yang agak besar seperti untuk bayar kuliah (ketika aku kuliah) dan untuk kepentingan keluarga besarku di kampung. Padahal, kalau dihitung-hitung, gajiku tidaklah terlalu kecil-kecil amat. Belum lagi pendapatan lain-lain yang kudapat sebagai penulis, instruktur pelatihan menulis, pembicara di berbagai acara, guru privat, honor anggota tim audit ataupun tim studi. Lalu, ke mana saja uangku selama ini? Kepada suamiku, waktu itu aku membeberkan bahwa biaya operasional untuk keaktifanku cukup besar. Ongkos jalan, pulsa telepon, nombok biaya kegiatan, makan dan traktiran. Intinya, aku mencari apologi atas aliran uangku yang tidak jelas.

Namun diam-diam aku malu padanya. Sesaat sebelum pernikahan kami, dia berkata, “Gajiku jauh di bawah gajimu...”. Kata-kata suamiku -ketika masih calon- itu membuatku terperangah. “Yang benar saja?” sambutku heran. Dengan panjang kali lebar kemudian dia menjelaskan kondisi perusahaan plat merah tempatnya bekerja serta bagaimana tingkat numerasinya. Yang membuatku lebih malu lagi adalah karena dengan gajinya yang kecil itu, setelah empat tahun hidup di Jakarta, ia telah mampu membeli sebuah sepeda motor baru dan sebuah rumah –walaupun bertipe RSS- di dalam kota Jakarta. Padahal, ia tidak memiliki sumber penghasilan lain, dan dikantornya dikenal sebagai seorang yang bersih, bahkan “tak kenal kompromi untuk urusan uang tak jelas.” Fakta bahwa gajinya kecil membuatku tahu bahwa suamiku adalah seorang yang hemat dan pandai mengatur penghasilan. Sedang aku?

***

Hari-hari pertama kami pindahan.

Aku menata baju-baju kami di lemari.
“Mana lagi baju, Mas?” tanyaku pada suami yang tengah berbenah. “Udah, itu aja!” Aku mengernyit. “Itu aja? Katanya kemarin baju Mas banyak?” tanyaku lebih lanjut. “Iya, banyak kan?” tegasnya lagi tanpa menoleh. Aku kemudian menghitung dengan suara keras. Tiga kemeja lengan pendek, satu baju koko, satu celana panjang baru, tiga pasang baju seragam. Itu untuk baju yang dipakai keluar rumah. Sedang untuk baju rumah, tiga potong kaos oblong dengan gambar sablon sebuah pesantren, dua celana pendek sedengkul dan tiga pasang pakaian dalam. Ketika kuletakkan dalam lemari, semua itu tak sampai memenuhi satu sisi pintu sebuah lemari. Namun dua lemari besar itu penuh. Itu artinya pakaianku lebih dari tiga kali lipat lebih banyak dibanding jumlah baju suamiku. Kata orang, kaum wanita biasanya memang memiliki baju lebih banyak dibanding kaum laki-laki. Tapi isi lemari baju itu memberikan jawaban atas banyak hal padaku. Terutama, pertanyaannya di hari-hari pertama pernikahan kami tentang ke mana saja uangku. Isi lemari itu memberi petunjuk bahwa selain untuk keluarga dan organisasi, ternyata aku menghabiskan cukup banyak uang untuk belanja pakaian. Oo!

Pekan-pekan pertama aku hidup bersamanya.

Aku mencoba mencatat semua pengeluaran kami. Dan aku sudah mulai memasak untuk makan sehari-hari. Cukup pusing memang. Apalagi jika melihat harga-harga yang terus melonjak. Tapi coba lihat...! Untuk makan seminggu, pengeluaran belanjaku tak pernah lebih dari seratus ribu. Padahal menu makanan kami tidaklah terlalu sederhana: dalam seminggu selalu terselip ikan, daging atau ayam meski tidak tiap hari. Buah–makanan -kesukaanku- dan susu –minuman favorit suamiku- selalu tersedia di kulkas.
Itu artinya, dalam sebulan kami berdua hanya menghabiskan kurang dari lima ratus ribu untuk makan dan belanja bulanan. Aku jadi berhitung, berapa besar uang yang kuhabiskan untuk makan ketika melajang? Aku tak ingat, karena dulu aku tak pernah mencatat pengeluaranku dan aku tidak memasak. Tapi yang pasti, makan siang dan malamku rata-rata seharga sepuluh hingga belasan ribu. Belum lagi jika aku jalan-jalan atau makan di luar bersama teman. Bisa dipastikan puluhan ribu melayang. Itu artinya, dulu aku menghabiskan lebih dari 500ribu sebulan hanya untuk makan? Ups!

Baru sebulan menikah.

“De, kulihat pembelian pulsamu cukup banyak? Bisa lebih diatur lagi?”
“Mas, untuk pulsa, sepertinya aku tidak bisa menekan. Karena itu adalah saranaku mengerjakan amanah di organisasi.” Si mas pun mengangguk. Tapi ternyata, kuhitung dalam sebulan ini, pengeluaran pulsaku hanya 300 ribu, itu pun sudah termasuk pulsa untuk hp si Mas, lumayan berkurang dibanding dulu yang nyaris selalu di atas 500 ribu rupiah.

Masih bulan awal perkawinan kami.

Seminggu pertama, aku diantar jemput untuk berangkat ke kantor. Tapi berikutnya, untuk berangkat aku nebeng motor suamiku hingga ke jalan raya dan meneruskan perjalanan dengan angkutan umum sekali jalan. Dua ribu rupiah saja. Pulangnya, aku naik angkutan umum. Dua kali, masing-masing dua ribu rupiah. Sebelum menikah, tempat tinggalku hanya berjarak tiga kiloan dari kantor. Bisa ditempuh dengan sekali naik angkot plus jalan kaki lima belas menit. Ongkosnya dua ribu rupiah saja sekali jalan. Tapi dulu aku malas jalan kaki. Kuingat-ingat, karena waktu mepet, aku sering naik bajaj. Sekali naik enam ribu rupiah. Kadang-kadang aku naik dua kali angkot, tujuh ribu rupiah pulang pergi. Hei, besar juga ya ternyata ongkos jalanku dulu? Belum lagi jika hari Sabtu Ahad. Kegiatanku yang banyak membuat pengeluaran ongkos dan makan Sabtu Ahadku berlipat.

Belum lagi tiga bulan menikah.

“Ke ITC, yuk, Mas?” Kataku suatu hari. Sejak menikah, rasanya aku belum lagi menginjak ITC, mall, dan sejenisnya. Paling pasar tradisional. “Oke, tapi buat daftar belanja, ya?” kata Masku. Aku mengangguk. Di ITC, aku melihat ke sana ke mari. Dan tiap kali melihat yang menarik, aku berhenti. Tapi si Mas selalu langsung menarik tanganku dan berkata,”Kita selesaikan yang ada dalam daftar dulu?” Aku mengangguk malu. Dan aku kembali teringat, dulu nyaris setiap ada kesempatan atau pas lewat, aku mampir ke ITC, mall dan sejenisnya. Sekalipun tanpa rencana, pasti ada sesuatu yang kubeli. Berapa ya dulu kuhabiskan untuk belanja tak terduga itu?

Masih tiga bulan pernikahan “Kita beli oleh-oleh sebentar ya, untuk Bude?” Masku meminggirkan motor. Kios-kios buah berjejer di pinggir jalan. Kami dalam perjalanan silaturahmi ke rumah salah satu kerabat. Dan membawakan oleh-oleh adalah bagian dari tradisi itu.
“Sekalian, Mas. Ambil uang ke ATM itu...” Aku ingat, tadi pagi seorang tetangga ke rumah untuk meminjam uang. Ini adalah kesekian kali, ada tetangga meminjam kepada kami dengan berbagai alasan. Dan selama masih ada si Mas selalu mengizinkanku untuk memberi pinzaman(meski tidak langsung saat itu juga). Semua itu membuatku tahu, meskipun hemat, si Mas tidaklah pelit. Bersikaplah pertengahan, begitu katanya. Jangan menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak jelas, tapi jangan lantas menjadi pelit!

***

Semester pertama pernikahan.

Mengkilat. Elegan. Kokoh. Masih baru. Gress. Begitu sedap dipandang mata. Benda itu, sudah sekian lama kuinginkan. Sebuah laptop baru kelas menengah (meski masih termasuk kategori low end). Namun selama ini, setiap kali melihatnya di pameran atau di toko-toko komputer, aku hanya bisa memandanginya dan bermimpi. Tak pernah berani merencanakan, mengingat duitku yang tak pernah cukup. Tapi rasanya, dalam waktu dekat benda di etalase itu akan kumiliki. Rasanya sungguh indah, memiliki sebuah benda berharga yang kubeli dengan uangku sendiri, uang yang kukumpulkan dari gajiku.

Sejak menikah, aku tak pernah lagi membeli baju untuk diriku sendiri. Pakaian dan jilbabku masih dapat di-rolling untuk sebulan. Sejak menikah, aku memilih membawa makan siang dari rumah ke kantor. Aku juga jarang ke mall lagi. Dan kini, setiap kali akan membeli sesuatu, aku selalu bertanya: perlukah aku membeli barang itu? Indahnya, aku menikmati semua itu. Dan kini, aku bisa menggunakan tabunganku untuk sesuatu yang lebih berharga dan tentu saja bermanfaat bagi aktifitasku saat ini, lingkunganku dan masa depanku nanti.

Aku bersyukur kepada Allah. Semua ini, bisa dikatakan sebagai berkah pernikahan. Bukan berkah yang datang tiba-tiba begitu saja dari langit. Tapi berkah yang dikaruniakan Allah melalui pelajaran berhemat yang dicontohkan oleh suamiku. Rabb, terima kasih atas berkahMu...

Sunday, October 17, 2010

Ini Dia 10 Orang Kaya Sejagat

Berikut daftar 10 orang terkaya di dunia menurut majalah Forbes:

1. William Gates III (AS)
Kekayaan bersih pendiri Microsft ini mencapai 40 miliar dollar AS. Sumber kekayaan pria berusia 53 tahun ini berasal dari Microsft.

2. Warren Buffett (AS)
Kekayaaan bersih pria berusia 78 tahun pemilik Berkshire Hathaway ini mencapai 37 miliar dollar AS.

3. Carlos Slim HelĂș (Meksiko)
Kekayaan bersih konglomerat telekomunikasi Meksiko ini mencapai 35 miliar dollar AS. Sumber kekayaan pria berusia 69 tahun ini berasal dari Telecom Meksiko.

4. Lawrence Ellison (AS)
Kekayaan bersih 22,5 miliar dollar AS
Sumber kekayaan: Oracle
Usia: 64 tahun

5. Ingvar Kamprad (Swedia)
Kekayaan bersih 22 miliar dollar AS
Sumber kekayaan: Ikea
Usia: 83 tahun

6. Karl Albrecht (Jerman)
Kekayaan bersih 21,5 miliar dollar AS
Sumber kekayaan: Supermarket
Usia: 89 tahun

7. Mukesh Ambani (India)
Kekayaan bersih 19,5 miliar dollar AS
Sumber kekayaan: Petrochemical
Usia: 51 tahun

8. Lakshmi Mittal (India)
Kekayaan bersih 19,3 miliar dollar AS
Sumber kekayaan: Baja
Usia: 58 tahun

9. Theo Albrecht (Jerman)
Kekayaan bersih 18,8 miliar dollar AS
Sumber kekayaan: Supermarket
Usia: 87 tahun

10. Amancio Ortega (Spanyol)
Kekayaan bersih 18,3 miliar dollar AS
Sumber kekayaan: Fashion
Usia: 73 tahun


sumber : kompas.com

4 Rahasia Menjadi Orang Kaya

mau kaya???? siapa yang mau kaya???? ini dia rahasianya...

Keterampilan mengelola uang akan menentukan apakah seseorang sukses secara finansial dan menjadi kaya karenanya atau tidak. Meski begitu, keterampilan ini sangat bisa dipelajari dan membutuhkan konsistensi.

Valentino Dinsi, SE, MM, MBA, pendiri MuslimCOACH menyebutkan, hanya satu persen orang di dunia yang mengontrol 50 persen uang yang beredar, dan lima persen orang di dunia yang menguasai 90 persen uang beredar. Ini sama artinya dengan semakin banyak orang yang memperebutkan sedikit uang.

"Jika pun uang beredar di dunia ini dibagi rata setiap orang, 25 milyar per orang misalnya. Dalam lima tahun komposisinya akan kembali seperti awal tadi. Karena begitu menerima uang banyak, kecenderungannya orang akan konsumtif," jelas Valentino, dalam dalam seminar bertema "Entrepreneur in You" yang diadakan oleh Department Group of Magazine, Kompas Gramedia beberapa waktu lalu.

Lantas bagaimana sebagian kecil orang di dunia mengelola uangnya dan sukses finansial serta menjadi kaya karenanya?

1. Jangan bergantung pada satu sumber penghasilan
Menjadi kaya sama dengan bekerja lebih giat dan menarik uang lebih banyak. Bergantung pada satu sumber penghasilan takkan cukup menambah pendapatan. Jadi, caranya menjadi kaya adalah dengan mencari sumber pendapatan kedua atau ketiga. Anda bisa mencari tambahan penghasilan dengan keterampilan atau hobi yang dimiliki dan bisa dikerjakan dari rumah. Seperti menjadi penulis buku freelance dan mengerjakannya sepulang kantor. Atau keahlian lain yang berbeda dari pekerjaan Anda saat ini.

2. Akumulasi aset
Semakin banyak aset Anda, semakin besar nilai kekayaan Anda. Mulailah berinvestasi. Membeli tanah, bisnis franchise yang memudahkan dan laris di pasaran, atau bentuk investasi lain. Tentu saja Anda perlu menambah pengetahuan seputar investasi termasuk risikonya. Dengan mempelajari jenis dan risiko investasi, Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan sekaligus mengakumulasi aset Anda.

3. Terapkan teori "compounding"
Seperti dikutip www.dowtheoryletters.com dalam buku Irwin Shaw bertajuk Rich Man, Poor Man disebutkan, compounding menjadi aturan pertama untuk menghasilkan uang dan menjadi jalan menuju kaya. Jalan ini mengandung makna, Anda harus gigih dalam berupaya menghasilkan uang. Anda juga memerlukan kecerdasan untuk tetap menjalani pekerjaan (yang menghasilkan uang tersebut). Artinya Anda perlu memahami betul apa yang Anda lakukan dan mengapa Anda melakukan pekerjaan tersebut. Selain itu compounding juga bermakna Anda perlu memiliki pengetahuan matematika untuk dapat memperhitungkan penghasilan yang Anda miliki dan mengelolanya dengan tepat. Selain itu, sukses finansial membutuhkan waktu, dan bukan sukses instan yang hanya bertahan sementara.

4. Menjalani empat profesi ini
Valentino menyebutkan empat profesi orang terkaya di dunia adalah:
* Entrepreneur
* Pialang saham
* CEO/ Direktur Utama sebuah perusahaan.
* Staf penjualan door to door yang dibayar berdasarkan komisi hasil penjualan.

Jika disimak, daftar 10 orang terkaya di Indonesia menurut majalah Forbes (versi September 2008) adalah pengusaha. Sebut saja lima besarnya seperti Aburizal Bakrie dan keluarga (5,4 miliar dollar AS), Sukanto Tanoto dan keluarga mengelola Garuda Mas (4,7 miliar dollar AS), R. Budi Hartono (3,14 miliar dollar AS), Budi Hartono dan Michael Hartono, dua saudara kandung yang memiliki saham di perusahaan rokok Djarum dan BCA (3,08 miliar dollar AS), Eka Tjipta Widjaja dan keluarga pemilik Sinar Mas Group (2,8 miliar dollar AS), dan sederet penguasaha kaya lainnya.

kompas.com

Thursday, October 7, 2010

Perempuan terkuat di Dunia

siapa perempuan paling kuat di dunia??? nah ini dia ceritanya, ternyata Istri Barack Obama jawabannya...

Michelle Obama, istri presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dinobatkan sebagai perempuan paling berpengaruh di dunia oleh majalan Forbes.

Dalam daftar peringkat 100 perempuan terkuat dunia versi Forbes itu, Michelle naik dari peringkat 39 tahun ke posisi pertama tahun ini. Ia menggeser perempuan paling berpengaruh tahun lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel, yang tahun ini turun ke posisi keempat.

Dalam menjalani posisinya sebagai 'first lady', menurut Forbes, Michelle Obama, yang memadukan kombinasi yang hebat antara gaya dan peran politik, banyak terlibat dalam kebijakan pemerintah. Dia misalnya berkomitmen penuh dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan mewujudkan makanan kantin yang lebih bergizi di sekolah-sekolah Amerika.
Michelle, menurut majalah itu merupakan sebuah ikon fashion dan seorang ibu atletis dari dua orang anak. "Dia Jacqueline Kennedy dengan gelar sarjana hukum dari Harvard," kata Forbes.

Daftar itu juga memuat beberapa wanita Amerika lain, di antaranya Oprah Winfrey (raja talk show televisi) di peringkat 3, Hillary Clinton (menteri luar negeri AS) di peringkat ke 5, Lady Gaga (penyanyi) peringkat 7, Beyonce Knowles (penyanyi dan disainer) peringakat ke 8.

Dalam daftar 10 besar hanya Angela Merker yang bukan perempuan AS. Carla Bruni-Sarkozy, isteri Presiden Perancis Nikolas Sarkozy hanya menduduki peringkat ke 35.


kompas.com

Thursday, November 19, 2009

The powEr oF sMiLe ^_^

SENYUM...
Setiap orang pASti pernah melakukannya,dan mustahil bgt kan ada orang yg ga pernah senyum dlm hidupnya...
Senyum itu bnyak mcemnya,,menurut buku yg aq baca,para peneliti menyatakan ada 18 jenis senyuman,,woww!!banyak skali bukan...(cobA dEh inget-inget seEnggaknya jenis senyuman apa yg pernah kita lakuin,hehe...)
Dan di antara jenis yg bnyak itU cuma satU yg paling hakiki dan hangat,yaitU senyum yang jujur...

Senyum yg jujur itU senyum yg berasal dari hati,dan di dalamnya terkandung simbol cinta dan kasih sayang,,senyum yg jujur adalah pengobat luka hati,,senyum yg jujur merupakan tanda kembALinya mOtivasi dan harapan,,
senyum yg jujur sesuai dEngan mksud Rasulullah dEngan saBda beliau "tersenyumlah kamu di hadapan saudaramu itu bernilai sedekah untuk dirimu".
Sebuah senyuman tulus mampu mengHilangkam kbencian dan dEndam.
Dan senyum adalah jalan qta menuju sehat pSikis dan fisik.
Seseorang yg senantiasa tersenyum punya pengaruh positif dan daya tarik khusus.senyum itU harta yg paling brharga dan dmiliki qta smua.

Maka terSenyumlah karena...
* senyum adalah cAra qta memBahaGiakan diri dan orang lain
* senyum itu cara qta menanam harapan dan sikap optimis
*senyuman qt pada saAt sulit adalah bukti kmampuan qta mngatasi musibah
* senyum itu memperdalam rasa percaya diri
* senyum,cara mudah meraih pahala tanpa mengeluarkan uang
* senyum adalah cara qta mengGapai masa dEpan

Dan,orang yg senang tersenyum itu,
* orang yg bAhagia dan beruntung
* orang yg sehat fisik dan psikisnya
* orang yg hidupnya penuh dengan cinta dan kasih sayang
* orang yg penuh dengan harapan dan rasa optimis
* orang yg rajin dan giat
* orang yg cerdas
* orang yg menarik dan menawan hati
* orang yg bnyak meneladani Rasulullah
* orang yg ikhlas
* dan yg pasti bAnyak seDekahnyaa..

Jadi,apa lagi yg mengHalangi qta untUk terSenyum...???
^_^